Archive for the ‘Skripsi Pendidikan’ Category

ABSTRAK

SUSI ARIANI SETIAWAN, Perbedaan Hasil Belajar Produktif Antara Pembelajaran Konvensional Dengan Yang Menggunakan Bahan Ajar (Studi pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Baja SMKN 26 Jakarta). Skripsi. Jakarta: Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Juli 2010

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberikan pembelajaran konvensional dengan siswa yang menggunakan bahan ajar pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Baja di SMK Negeri 26 Jakarta. Waktu penelitian dari bulan April 2010 sampai dengan bulan Mei 2010.

Metode penelitian menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 26 Jakarta berjumlah 350 orang dengan purposive sampling sehingga diperoleh kelas XI TGB 1 berjumlah 36 orang sebagai kelas kontrol dan Kelas XI TGB 2 berjumlah 36 siswa sebagai kelas Eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar pada pengujian pertama berjumlah 40 soal pilihan ganda dan tes hasil belajar pada pengujian kedua berbentuk essay. Sebelum instrumen digunakan dilakukan uji validitas item dan realibilitas soal. Dari perhitungan tersebut didapatkan 26 instrumen valid dan 14 invalid untuk soal pengujian pertama dengan indeks realibilitas 0,62.

Uji persyaratan analisis dilakukan dengan uji normalitas dan homogenitas. Hasilnya data sampel dari dua kelas dinyatakan berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Pengujian Hipotesis dilakukan dengan uji t. Berdasarkan perhitungan statistik uji t secara manual untuk pengujian pertama diperoleh t hitung 0,975 < t tabel 2,015 maka Ho diterima. Sedangkan untuk pengujian kedua diperoleh t hitung 5,26 > t tabel 2,015 maka Ho ditolak dan H1 diterima. Diperoleh hasil bahwa Ho diterima pada pengujian pertama yang artinya tidak terdapat perbedaan dan Ho ditolak pada pengujian kedua dan berati terdapat perbedaan. Pada pengujian pertama, nilai rata-rata mengalami selisih sebesar 2,53 %. Begitu juga jika dilihat dari nilai tertinggi yang selisih 8,7 % dan serta modus (nilai terbanyak yang diperoleh) yang mengalami selisih drastis hingga 33%. Sedangkan pada pengujian kedua, selisih nilai rata-rata mengalami peningkatan dibandingkan pengujian pertama menjadi 5,3 %, selisih nilai tertinggi sebesar 2,4 %, dan selisih modus sebesar 2,6 %.

Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat  perbedaan hasil belajar produktif  antara pembelajaran konvensional dengan yang menggunakan bahan ajar pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Baja SMKN 26 Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang diajukan diterima dan mendukung teori yang telah ada bahwa pembelajaran menggunakan bahan ajar lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional. Sehingga disarankan untuk menggunakan bahan ajar sebagai alternatif merode pembelajaran yang dapat diterapkan pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Baja.

ABSTRAK

MAHYUDIN. Penggunaan Alat Sipat Datar Pada Pembelajaran Ilmu Ukur Tanah Di Sekolah Menengah Kejuruan. Komprehensif. Jakarta : Jurusan Teknik Sipil,  Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta,  Desember 2009.

 

Penulisan makalah komprehensif ini dapat bermanfaat khususnya bagi siswa SMK jurusan Teknik Survei dan Pemetaan dan mahasiswa yang mengambil jurusan teknik bangunan, dalam pembelajaran ilmu ukur tanah baik secara teori maupun praktik.

 

Ilmu Ukur Tanah adalah sebagian dari ilmu yang lebih luas, yang dinamai ilmu geodesi. Ilmu ukur tanah pada dasarnya terdiri dari tiga bagian besar yaitu : (1) Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal (KDV), (2) Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal (KDH), (3) Pengukuran Titik-titik Detail. Pada penulisan makalah ini hanya dibatasi pada Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal (KDV). Kerangka dasar vertikal merupakan teknik dan cara pengukuran kumpulan titik-titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi vertikalnya berupa ketinggiannya terhadap bidang rujukan ketinggian tertentu. Ada tiga metode yang digunakan untuk pengukuran kerangka dasar vertikal ini, yaitu: (1)        Metode sipat datar, (2) Metode Pengukuran Trigonomtris, (3) Metode Pengukuran Barometris. Alat-alat yang biasa digunakan dalam pengukuran kerangka dasar vertikal metode sipat datar optis adalah alat sipat datar sebagai alat ukur yang utama; pita ukur, rambu ukur, statif, unting-unting, dan sebagainya yang berperan sebagai alat bantu dalam pengukuran. Dalam pengukuran kerangka dasar vertikal diantara ketiga metode tersebut di atas, yang dibahas adalah pengukuran dengan metode sipat datar. Metode sipat datar merupakan metode yang paling teliti dibandingkan dengan metode trigonometris dan barometris, selain itu hanya metode sipat datar dan juga karena alat yang digunakan yang sesuai dengan kurikulum pembelajaran di SMK.