>Konsep Bangunan Hijau

Posted: February 1, 2011 in Uncategorized

>

Konsep Bangunan hijau adalah bangunan dimana di dalam perencanaan, pembangunan, pengoperasian serta dalam pemeliharaannya memperhatikan aspek – aspek dalam melindungi, menghemat , mengurangi pengunaan sumber daya alam, menjaga mutu baik bangunan maupun mutu dari kwalitas udara di dalam ruangan, dan memperhatikan kesehatan penghuninya yang semuanya berdasarkan kaidah pembangunan berkelanjutan.

Suatu bangunan dapat disebut sudah menerapkan konsep bangunan hijau apabila berhasil melalui suatu proses evaluasi untuk mendapatkan sertifikasi bangunan hijau. Di dalam evaluasi tersebut tolak ukur penilaian yang dipakai adalah Sistem Rating (Rating System )

Sistem Rating ( Rating System) adalah suatu alat yang berisi butir-butir dari aspek yang dinilai yang disebut rating dan setiap butir rating mempunyai nilai (point). Apabila suatu bangunan berhasil melaksanakan butir rating tersebut, maka mendapatkan nilai dari butir tersebut. Kalau jumlah semua nilai (point) yang berhasil dikumpulkan bangunan tersebut dalam melaksanakan Sistem Rating (Rating System) tersebut mencapai suatu jumlah yang ditentukan, maka bangunan tersebut dapat disertifikasi pada tingkat sertifikasi tertentu.

Sistem Rating (Rating System) dipersiapkan dan disusun oleh Green Building Council yang ada di Negara-negara tertentu yang sudah mengikuti gerakan bangunan hijau. Setiap Negara tersebut mempunyai Sistem Rating masing-masing. Sebagai contoh, USA mempunyai LEED Rating (Leadership Efficiency Enviroment Design), Singapore mempunyai GreenMark, dan Australia mempunyai GreenStar.

Konsil Bangunan Hijau Indonesia saat ini dalam tahap penyusunan draft system rating dan untuk itu telah dipilih nama yang akan dipergunakan bagi system rating Indonesia yaitu Greenship

Beberapa orang pendiri utama dari jumlah 50 orang dibagi dalam beberapa Gugus Tugas sesuai dengan katagori pengelompokan rating dengan tugas menyusun konsep awal system rating. Dari awal, GBCI sudah menetapkan akan menyusun suatu system rating yang sesuai dengan kondisi dan situasi local di Indonesia serta menetapkan teknik-teknik yang dapat diimplentasikan di Indonesia. Beberapa prinsip yang dipergunakan menjadi dasar penyusunan adalah:

1. Sederhana ( simplicity)

2. Dapat dan mudah untuk diimplementasikan (applicable)

3. Teknologi tersedia (available technology)

4. Menggunakan criteria penilaian sedapat mungkin berdasarkan standart local

Keempat dasar tersebut bertujuan untuk mengajak para pelaku industry bangunan untuk berkeinginan mengimplementasikan konsep bangunan hijau berdasarkan tidak sulitnya criteria system rating tersebut. Dengan dimulainya gerakan ini , diharapkan semakin banyak lagi pihak yang menerapkan konsep ini sehingga diharapkan pelaksanaan konsep bangunan hijau menjadi suatu hal yang akan menjadi sasaran umum dari setiap pengembang bangunan.

The concept of green building is a building which in the planning, construction, operation and maintenance of attention to aspects – aspects to protect, conserve, reduce usage of natural resources, maintaining the quality of both the building and the quality of indoor air quality and health of all occupants based on the principles of sustainable development.
A building can be called green building concept has been implemented if successful through an evaluation process to obtain green building certification. In the evaluation of the benchmark assessment is used Rating System (Rating System)

Rating System (Rating System) is a device that contains the items from the aspect which was considered so-called rating and rating each item has a value (point). Where a building successfully implement these rating points, then get the value of these items. If the sum of all values (points) that was compiled in carrying out building rating system (rating system) reaches a specified amount, then the building can be certified at a certain level of certification.

Rating System (Rating System) is prepared and compiled by the Green Building Council in certain countries that already follow the green building movement. Each State has their own rating systems. For example, the USA have a LEED rating (Leadership Enviroment Efficiency Design), have Greenmark Singapore, and Australia has GreenStar.

Green Building Council of Indonesia is currently in draft stage and for that rating system has selected a name that will be used for Indonesia, which rating system Greenship

Some people are the main founders of the total 50 people divided into several categories according to the Task Force rating with the task of grouping the early draft rating system. From the beginning, GBCI already set will set up a rating system in accordance with local conditions and situation in Indonesia and establish techniques that can be implemented in Indonesia. Several principles form the basis of preparation used is:

1. Simple (simplicity)

2. Able and easy to implement (applicable)

3. Technology available (available technology)

4. Using assessment criteria as far as possible based on local standards

The four basic aims to bring the perpetrators to the building industry eager to implement green building concept based on the rating system is not difficult these criteria. With the commencement of this movement, more and more parties are expected to apply this concept so that the expected implementation of green building concepts into something that will be the general goal of any developer building.

http://www.gbcindonesia.org/guidelines/47-greenship-naskah-guidelines.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s