>Project Management vs Construction Management

Posted: February 19, 2011 in Uncategorized

>

Rangkuman Diskusi

01 /05 /09 15:49:32

Oleh Administrator  

Tanya – imam sofyan

Ada pertanyaan mohon maaaf bila pernah dibahas dimilis,apa bedanya project management (pm) dengan construction management (cm).

Tanggapan 1 – Maretdhioko, Imam (Ma’aden)@worleyparsons

PM = cara yang digunakan untuk memanajemen sebuah proyek, bisa Proyek Konstruksi, Proyek IT, Proyek militer. Proyek penelitian.. dan lain-lain. (lebih general).

CM = cara yang digunakan untuk memanajemen sebuah proyek konstruksi. (lebih spesifik ke konstruksi) dalam arti lain CM bagian dari ilmu PM.

Kira-kira begitu. Kalau salah ya monggo di koreksi.

Tanggapan 2 – Arif Basuki Trihariyadi

Saya mau coba jawab, itung2 asah otak (atau lebih tepat: asah kompetensi?).

Setuju dengan dengan pendapat Pak Imam: PM lebih general daripada CM, bahkan bisa jadi CM menjadi bagian dari PM.

Mungkin untuk dapat memberikan gambaran bisa kita lihat pada suatu project EPC (Engineering, Procurement & Construction, sekarang kadang2 ditambah I: Installation).

Project Management untuk suatu project EPC(I) me-manage project execution mulai dari sejak tahap Engineering, Procurement & Construction. Sedangkan Construction Management me-manage construction stage dari project tersebut.

Sebetulnya Engineering Management & Procurement management juga tidak kalah pentingnya dalam suatu project EPC. Tetapi karena untuk Engineering & Procurement relatif me-manage lebih sedikit (jenis) resources dibanding Construction maka Construction Management menjadi lebih kompleks (me-manage berbagai jenis resources: manpower, construction equipment, material, tools, consumable, subcontractor dlsb).

Demikian sependek pengetahuan saya, monggo yang lain bisa menambahkan.

Tanggapan 3 – hadi muttaqien

Pengalaman saya ikut Training Project Management dan pengalaman di lapangan/konstruksi, Project Management dan Construction Management bisa berlaku di Konsultan dan Kontraktor (EPC), untuk konsultan biasanya di sebut Project Management , banyak bergerak di Design/Engineering tapi bisa juga menjadi Project Management Consultancy (PMC) bila menjadi Construction Management (CM) ini pernah saya alami di proyeknya OECF (loan dari Jepang). Sedangkan bila sebagai Kontraktor (EPC) atau Konsultan pengetahuan Project Mangement dan pengetahuan Construction Management di pakai terutama pada jabatan Project Manager atau Site Manager. Saya berpendapat Project Management atau Construction Management harus di kuasai oleh seseorang yang bergerak di kegiatan Konstruksi terutama untuk posisi-posisi Managerial. Yang terpenting lagi harus di lihat TOR (Term Of Reference) dan BASCOM-nya (Basic Communication) di proyek dimana dia ditempatkan. Malah ada kegiatan yang di sebut QA/QC Consultant, dia bertanggung jawab ke Employer bidang Engineering, yang mengawasi kerja Construction Management di bidang QA/QC, dia tidak menangani bidang managementnya.

Tanggapan 4 – Annas Humaidy Faqih

Biasanya berlaku untuk kontraktor. Gampangnya, jika ketika handle 1 proyek, PM yg duduk di kantor pusat (misal Jkt). CM yg ngantor di site. Sering kerja PM multitasking untuk beberapa proyek yg sedang berjalan ataupun proyek yg lagi dikejar.

Tanggapan 5 – grasidin

Saya coba ikutan sumbang saran,

Menurut Saya Project Management adalah adalah suatu tool untuk menjalankan suatu proyek, dimana dengan adanya Project Management tersebut maka semua pelaksanaan project akan terkendali dengan baik mulai dari Engineering, Procurement, Erection & Testing serta Administrasi, Finance dll, sehingga dengan adanya Project Management tersebut maka seorang Project Manager akan dengan mudah mengendalikan Project tersebut susuai keinginan Management dan menghasilkan Profit yang Baik serta akan memenuhi Client satisfaction. Sementara itu Construction Management suatu tools management untuk menghandle pelaksanaan Construction di site, mulai dari Persiapan, Office, Peralatan, Man power, consumable dan Teknik-teknik construction dilapangan, sehingga pelaksanaan Construction dilapangan dapat terlaksana dengan Baik, tepat waktu, dan memuaskan pelanggan. Demikian sekedar sumbang saran Saya, mohon maaf jika tidak terlalu sempurna.

Tanggapan 6 – Adia Rachman

Sy coba jawab sejauh yang saya tahu,

Dalam Project management, cakupan dan aplikasinya lebih general dan lebih luas dibanding construction management.

Seperti kita tahu sebelumnya, terdapat 9 Knowledge area dan 5 unit process dalam project management, sehingga aplikasi dari project management itu sendiri bisa ditemukan pada jenis proyek yang berbeda2 baik itu IT Project, Plant project, Construction project etc.

Untuk Construction management, lebih dikhususkan pada kegiatan construction-nya itu sendiri (lebih bersifat teknis)..namun konsep2 project management pun teraplikasikan pada construction management.

sy coba share dan disadur adri PMBOK guide 3rd edition :

5 unit Process dalam PM :

1. Initiating

2.Planning

3.Executing

4.Monitoring and Controlling

5. Closing

9 Knowledge area dalam PM :

1.Project integration management

2. Project Scope management

3.Project time management

4.Project Cost management

5. Project Quality management

6.Project Human Resource management

7. Project Communications management

8.Project Risk management

9. Project procurement management

dari 5 unit proses dan 9 knowledge area diatas, tidak terbatas hanya aktivitas EPC saya yg menerapkan project management, setiap project baik itu small project maupun sophisticated project, term diatas pasti diaplikasikan (disesuaikan dgn requirement project itu sendiri). mohon koreksinya,

Tanggapan 7 – Soleh Sudarmaji

Saya hanya ingin menambahkan keterangan dari teman-teman lain. Sebelum melangkah jauh dalam memahami dan eksekusi project hendaknya kita persiapkan planning yang handal. Dalam stage(Process dalam istilah PMBOK) ini antara Project Management and Construction Management mempunyai peranan masing-masing yang tidak bias saling terlepas. Secara praktik gambarannya seperti:

Untuk Project Manager yang dalam hal ini mewakili Scope Project Management harus mempunyai planning yang dituangkan dalam project management plan, mencakup hal-hal : Project Scope Plan, Project Schedule Plan, Cost Management Plan, Communication Management Paln dll..(bisa dilihat di PMBOK).

Sementara untuk Construction Manager berdasarkan cakupan-cakupan yang telah ada dalam Project Management maka dia harus mendevelop langkah-langkah yang biasa disebut Front End Construction Schedule dalam Construction Planning-nya untuk tujuan execution project dilapangan yang meliputi : Inquiry & Evaluation Schedule, Construction Planning( Work Package, Major Work Volume, Project Work Framing, Construction Master Schedule, Man Power Plan, Staff Mobilization Plan, Sub Contractor Formation dll).

Demikian berlanjut sampai ke process selanjutnya, layaknya dalam pengetahuan management umumnya. Tidak banyak perbedaan apakah projectnya itu besar atau kecil, hanya willingness dari kita saja apakah akan menerapkan system yang standard atau tidak. Ada project kecil yang dihandle dan diharuskan oleh client-nya menggunakan prinsip-prinsip tersebut diatas namun banyak pula project EPC yang besar hanya mengandalkan asal jalan dan memange sumber dayanya layaknya mengelola sebuah toko kelontong.

Demikian gambaran yang saya tahu tentang hal diatas, semoga membantu menambah refferensi. Terima kasih.

http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=article&sub=article&act=view&id=4944

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s