HATI SEORANG AYAH

Posted: June 22, 2011 in motivation

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, 
tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang
 
mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai
 
suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: Ayah ,
 
mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari
 
kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai
 
di beranda.
 
 
Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban
 
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : ” Aku tidak mengerti.”
 
 
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa
 
penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita
 
itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku,
 
kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya,
 
membuat anak wanita itu tambah kebingungan.
 
 
Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya
 
lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan
 
badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi
 
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”
 
 
Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar
 
benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.”
 
Hanya itu jawaban Sang Bunda.
 
 
Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia
 
tetap saja penasaran.
 
 
Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu
 
seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali.
 
Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian
 
kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
 
 
“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin
 
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia
 
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman
 
teduh dan terlindungi. “
 
 
“Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting
 
tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat
 
pula untuk melindungi seluruh keluarganya. “
 
 
“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap
 
nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan
 
bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia
 
mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. “
 
 
“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya
 
pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat
 
panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup
 
kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga
 
perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah
 
disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari
 
jerih payahnya.”
 
 
“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan
 
membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa
 
adanya keluh kesah, walaupun di setiap perjalanan hidupnya keletihan dan
 
kesakitan kerap kali menyerangnya. “
 
 
“Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang
 
demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun
 
juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai
 
hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan
 
rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan
 
perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang
 
menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi &
 
mengasihi sesama saudara.”
 
 
“Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan
 
pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa
 
Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang
 
baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi
 
perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali
 
kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada
 
Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta
 
saling menyayangi.”
 
 
“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa
 
Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &
 
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia &
 
BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki
yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, 
keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. “
 
 
“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.” 
 
Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut &
berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.

” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.” 
 
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu
 
agung,
tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah…

With Love to All Father
 
Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang
terbaik 
untuknya…. ……… ……… ……… …..
 
 
Berbahagialah yang merasa sebagai ayah. Dan lakukanlah yang
terbaik
untuk keluarga…….. ……… ………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s