Analisis Baja Tulangan Beton Polos ø 12 (BJTP ø 12) yang Beredar di Pasaran terhadap SNI 07-2052-2002

Posted: August 18, 2011 in Skripsi Struktur

ABSTRAK

 

HENNY TRIWULAN SARI, Analisis Baja Tulangan Beton Polos ø 12 (BJTP ø 12) yang Beredar di Pasaran Terhadap SNI 07-2052-2002. ( Study kasus : Kecamatan Pulogadung). Skripsi. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Februari 2010.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suatu produk Baja Tulangan Beton yang banyak beredar dipasaran. Banyaknya ”baja banci” yang beredar menurut pengamatan dilapangan, merupakan salah satu faktor yang menyebabkan Baja Tulangan Beton tidak memenuhi standar. Digunakan Baja Polos karena baja polos adalah yang paling banyak digunakan dalam proses konstruksi atau pembangunan. Ada 5 merk yang diambil dalam penelitian ini dengan pertimbangan bahwa merk tersebut adalah merk yang paling banyak digunakan dan dapat mewakili wilayah tertentu, sehingga dalam penelitian ini dapat memberikan informasi untuk masyarakat tentang produk Baja Tulangan Beton Polos Æ 12 yang sesuai standar yang berlaku di Indonesia.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dan deskriptif. Sebagai acuan yang berlaku di Indonesia menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-2052-2002. Untuk mendapatkan data-data merk apa saja yang akan digunakan untuk penelitian ini, peneliti melakukan survey ke lapangan.

Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan selama kurang lebih 8 bulan ini, ternyata ada banyak faktor yang menyebabkan Baja Tulangan Beton Polos tidak memenuhi standar. Pada pengujian sifat tampak yang meliputi pengujian serpihan, lipatan, gelombang dan karat masih banyak produk baja tulangan beton yang terdapat lipatan sementara persyaratan dalam SNI 07-2052-2002 tidak boleh terdapat lipatan. Pada pengujian dimensi yang meliputi pengujian diameter, penyimpangan kebundaran, berat dan panjang ternyata ditemukan 3 merk yang tidak memenuhi toleransi SNI 07-2052-2002. Diameter rata-rata merk C yaitu 11.25mm tidak sesuai dengan toleransi SNI 07-2052-2002 yaitu minimal 11.60mm. Penyimpangan kebundaran rata-rata merk E yaitu 0.67mm tidak sesuai dengan toleransi SNI 07-2052-2002 yaitu minimal 0.56mm. Berat rata-rata merk B dan C berturut-turut 0.831 kg/m dan 0.780 kg/m tidak sesuai dengan toleransi SNI 07-2052-2002 yaitu minimal 0.835 kg/m. Pada pengujian sifat mekanis yang meliputi kuat tarik, kuat luluh dan regangan semua merk yang diuji memenuhi SNI 07-2052-2002 untuk kelas BJTP 30 no.2. Untuk menentukan kesesuaian produk baja tulangan beton terhadap SNI 07-2052-2002 adalah dari setiap persyaratan pengujian harus memenuhi toleransi yang di ijinkan SNI 07-2052-2002. Jadi ”baja banci” belum tentu tidak sesuai standar jika penyimpangan-penyimpangan yang terjadi masih memenuhi toleransi yang terdapat dalam SNI 07-2052-2002.

Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi bahwa masih banyak merk Baja Tulangan Beton yang beredar tidak memenuhi standar. Namun penelitian ini juga menunjukkan bahwa kesiapan evaluasi yang dilakukan Badan Pengawas pada produk Baja Tulangan Beton tidak berjalan dengan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s