LEVELING ANTAR PENGURUS LPJKN YANG BARU

Posted: August 23, 2011 in SKKNI

LEVELING ANTAR PENGURUS LPJKN YANG BARU

16 Agustus 2011
Jakarta, 16/08/11 (BP Konstruksi) – Setelah Pengukuhan Dewan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) periode 2011-2015 oleh Menteri PU beberapa waktu lalu, dilakukan levelling atau penyamaan persepsi antara para pengurus LPJKN Senin (15/08) di Jakarta. Dalam arahannya Kepala BP Konstruksi Bambang Goeritno, yang juga sekaligus Dewan Pengawas LPJKN, menekankan pentingnya pengurus LPJKN yang Baru untuk segera bergerak cepat melakukan langkah-langkah yang sudah sangat ditunggu masyarakat jasa konstruksi.

“Ambil contoh penerbitan SBU (Sertifikasi Badan Usaha), harus cepat direspon dan diluruskan oleh pengurus baru dari hal-hal yg salah, dari pengurus sebelumnya”, ujar Bambang Goeritno.

Dalam hal ini, Pemerintah juga berjanji akan mendorong penerbitan berbagai kebijakan dan peraturan yang hakekatnya utk memberdayakan peran masyarakat jasa konstruksi sekaligus meningkatkan kompetensi. Tiada lain hal ini untuk mendorong terciptanya Badan usaha maupun tenaga kerja konstruksi yang kokoh, handal, dan berdaya saing.

Kepala BP Konstruksi juga menginformasikan mengenai fakta dari negeri China, yang setiap tahun menghasilkan tujuh juta sarjana, dimana satu setengah juta diantaranya merupakan sarjana teknik dan diperkirakan dalam 20 tahun ke depan menjadi “tsunami besar” jika tidak diantisipasibagi Negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

“Ini yang juga harus sama-sama kita antisipasi, mengenai kesiapan tenaga kerja kita sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja asing”, tutur Bambang Goeritno.

Kebutuhan ini semakin mendesak mengingat Pemerintah memiliki program MP3EI yang akan melakukan akselerasi investasi di bidang infrastruktur pada 6 koridor pembangunan ekonomi nasional, sehingga persaingan bisnis di sector konstruksi akan semakin dinamis.

Beberapa fokus yang harus diperhatikan LPJKN periode yang baru antara lain LPJKN harus mampu mendorong peningkatan kemampuan penyedia jasa dan kompetensi tenaga kerja konstruksi, mendorong peningkatan sinergi antara penyedia jasa melalui hubungan kemitraan, bersama pemerintah mendukung berupa regulasi usaha untuk terciptanya lingkungan usaha yang kondusif, dan ikut serta mempersiapkan infrastruktur pembinaan jasa konstruksi di tingkat provinsi daerah. (dendy/hl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s